Langsung ke konten utama

Batik Berdasar Berbagai Catatan

Batik yang merupakan Wastra Nusantara / Adi Wastra Nusantara selain tenun tangan, ikat jumput dan sulaman merupakan karya tertinggi dalam seni dan koleksi kain yang mempunyai sejarah dan catatan yang sangat banyak terbentang diberbagai tempat dan wilayah belahan dunia.

Kebanggaan yang membuat kita makin mencintai dan melestarikan batik ternyata popularitasnya melebihi dan melampaui apa yang kita bayangkan.

Ada beberapa catatan mengenai batik yang menjadi perhatian untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan tentang hal ini. 

Kain Yang Sakral / Keramat

Catatan batik Indonesia
Batik kain yang disakralkan di masa lalu

Batik di masa lalu adalah salah satu benda yang dianggap mempunyai kelebihan nilai spiritual dan filosofi tinggi. Corak, ragam batik mempunyai arti dan makna yang berbeda-beda tergantung waktu dan pemakaiannya. Tidak bisa mengenakan batik sembarangan tanpa tahu kondisi kegiatan yang akan dilakukan.

Pada tulisan Ruth Barnes berjudul " Five Century of Indonesian Textiles"  tertulis:

Pada pertengahan 1990'an dilakukan radiocarbon ( C-14 ) pada kain Nusantara / batik mengasumsikan bahwa kain - kain tersebut dirawat dengan sangat baik sebagai barang pusaka atau sangat berharga.

Drs. Hasanudin M.Sn dalam "Batik Pesisiran Melacak Pengaruh Etos Dagang Santri pada Ragam Batik Hias", menulis bahwa batik masa Hindu dan Budha dibuat oleh seorang dukun, dari tulisan diatas dapat disimpulkan bahwa pembuatan batik tidak sembarangan orang boleh membuat dan mengerjakannya. Butuh kepintaran dan ilmu mumpuni agar tercipta motif dan corak mempunyai kedalaman makna dalam gambar yang dihasilkan pada tiap lembarnya. 

Dalam menciptakan setiap karya para dukun tidak hanya membuat selembar kain yang dibatik indah, menarik pandangan mata, tetapi juga harus memikirkan semua aspek  nilai kehidupan dalam perenungan yang mendalam. Oleh sebab itu dimasa lalu sebelum pengerjaan dilakukan ada ritual tertentu yang dijalani dan dilalui.

Batik Kain Mancanegara

Sejak ratusan tahun yang lalu perdagangan dan penggunaan batik sebagai kain yang sangat diapresiasi oleh berbagai negara. Ada beberapa catatan sejarah yang memperkuat hal ini. Salah satunya dalam kitab Negarakertagama, tertulis:

Pada masa Majapahit ( 1293 -1500 ) negeri ini kedatangan pedagang dari berbagai negara. Tersebut diantaranya Ayudhyaputra, Dharmanagari, Marutna, Rajapura, Singanagari, Campa, Kamboja, Yawana. Negara - negara tersebut berada dikawasan Asia Tenggara membuat hubungan sebagai mitra satata ( teman setara ) dalam berbagai hal termasuk perdagangan.

 Mereka saling berjual beli banyak barang termasuk batik yang menjadi salahsatu komoditas andalan era Majapahit.

Dalam laporan G.P. Rouffaer 1656 " De Batik Kunz" berdasar Babat Sengkala yang disusun ulang oleh Sir Thomas Stanford Raffles tertulis detil cara pembuatan kain batik dengan beberapa motif yang disebutkan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kain batik menjadi salahsatu kain yang populer di wilayah Indonesia terutama pulau Jawa dan sekitarnya.

Batik Populer di Afrika

Batik pertama masuk Afrika ternyata sebelum negara Indonesia merdeka, sejarahnya terbentang sejak masa VOC akhir abad 18 yang menjiplak dan meniru banyak motif batik Jawa. Menggunakan teknik printing yang dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu relatif cepat, memungkinkan  menjadi komoditas perdagangan textile yang menguntungkan. Pembuatan dengan volume besar semakin marak pada abad 19 yang dilakukan oleh Belanda, Swiss, Belgia dan Inggris.

Awal abad 20 berdasar Maria Wronska Fiend jumlah pemakai batik "made in eropah" diperkirakan hampir 500 juta orang Afrika memakainya. Ada salahsatu catatan perdagangan Belanda pada 1913 penjualannya mencapai 15.741 kain panjang, 134.460 sarung, 13.633 slendang dengan sebutan batik tiruan.

Pusat perdagangan yang populer adalah Gold Coast dan Afrika barat untuk kemudian didistribusikan ke Afrika Selatan, Ghana, Nigeria, Senegal, Kongo, Togo dan negara sekitarnya.

Saat ini evolusi kain batik di Afrika terjadi dengan mengadopsi  desain sebelumnya yang berasal dari Jawa. Berbagai motif batik lama seperti isen - isen, sogon, untu walang, pucuk rebung menjadi dasar dalam banyak warna dan variasinya sehingga mempunyai karakter yang sedikit berbeda.

Penutup

Menjadi hal yang harus dijaga oleh setiap penjahit dan perancang busana Indonesia agar mempunyai keahlian dalam mengolah kain batik menjadi baju yang mempunyai nilai dan kualitas tinggi.

Sejarah panjang yang terekam dalam berbagai catatan menjadi hal yang sangat membanggakan orang Indonesia dalam wastra untuk ikut serta menjaga dan melestarikan warisan nenek moyang dengan selalu bangga berpakaian dan berbaju batik.

Komentar

  1. Wah ternyata batik itu variatif sekali ya. Tulisan ini jadi menambah wawasan saya

    BalasHapus
  2. aku tuh gak suka-suka amat sama batik. tapi setelah baca "Batik Berdasar Berbagai Catatan" di blog kamu beneran ngasih pencerahan tentang sejarah dan makna di balik batik. Suka banget dengan cara kamu mengulasnya dengan penuh rasa dan informasi yang mendalam.

    Pertanyaan nih, menurut kamu, apa yang paling menarik dari proses pembuatan batik dan bagaimana hal itu mencerminkan kekayaan budaya Indonesia? Atau mungkin ada motif batik favorit kamu yang punya cerita mendalam?

    Makasih ya udah bagi-bagi pengetahuan tentang batik. Semoga tulisan-tulisan selanjutnya juga seinformative dan seseru ini!

    Teruskan karya inspiratifnya,

    BalasHapus
  3. Yang menark dari batik, proses kreatif dalam membuat batik adalah menciptakan patern/corak yang tetap konsisten dengan teknik handmade menggunakan canting tanpa sketsa dasar di masalalu.

    BalasHapus
  4. Selain batik, aku juga suka dengan kain tradisional lainnya yaitu jumputan. Apalagi sekarang batik dan jumputan hadir dengan motif dan warna warni kekinian ya .. Makin mempesona!

    BalasHapus
  5. saya paling suka kalau kondangan pakai batik, kalau pakai baju biasa tu kayak g pede gitu.

    BalasHapus
  6. Ternyata panjang ya sejarah batik itu. Makin bangga sama Indonesia dengan keanekaragaman budaya dan seninya.

    BalasHapus
  7. Kalo saya memang sangat suka dengan batik, apalagi melihat corak corak yang unik unik. Rasanya batik itu emang warisan termahal yang ada di indonesia. Kita juga tau orang luar sangat terkesan dengan batik dari Indonesia.

    BalasHapus
  8. jadi penasaran dengan kenyataan sejarah kalau batik itu dibuat sama para dukun, menarik banget nih buat jadi bahan riset

    BalasHapus
  9. Wah, menarik. Aku belum pernah baca yang benar-benar sejarah batik itu gimana. Ternyata banyak juga catatannya tentang ini. Mana tiap daerah punya ciri khas tersendiri ya

    BalasHapus
  10. Wow saya baru tahu kalau batik merambah Afrika sejak abad ke-18 di zaman VOC. Dan pada masa Hindu-Buddha, batik sudah eksis. Luar biasa ya. Dulu batik erat dengan tradisi. Sekarang batik dibuat dengan seni dan filosofi.

    BalasHapus
  11. Baru tahu kalau di Afrika juga ada seni batik yang justru diadopsi dari batik kita di Jawa ini
    Beruntung ya batik sudah disahkan sebagai warisan budaya bangsa kita oleh who

    BalasHapus
  12. Aku jarang pake batik kecuali acara resmi dan lebih prefer jenis batik yang tulis. Perawatan batik tulis menurutku lebih gampang dan pencuciannya g serumit batik cap yang lebih mudah pudar. Biasanya kalau batik lebih prefer batik yang bisa dicombine sama kain songket. Indonesia ini kaya akan jenis pakaian tradisional yang bisa dipadupadankan ❤️

    BalasHapus
  13. Saya baru tahu kalau batik malah terkenal di Afrika. Luar biasa, ya. Semoga kita bisa melestarikan batik ke anak cucu kita.

    BalasHapus
  14. Pakai batik buat jaman sekarang tuh mengasikkan karena motifnya yang makin beragam dan keren juga buat dipakai pas hangout maupun kerja

    BalasHapus
  15. Sejak dulu suka banget sama Batik krna suka sama motifnya khususnya motif batik Solo perpaduan warna dan gambarnya bagus2

    BalasHapus
  16. Aku tuh paling senang kalo ada bule atau orang luar negeri yang pakai batik. Apalagi kalau pakai batiknya bukan di Indoneesia. Berasa bangga aja gitu, karya kita diapresiasi di negara lain.

    BalasHapus
  17. Bahkan saking sakralnya kain batik ini ada motif yang khusus untuk occasion tertentu. Gak boleh salah karena motifnya yang menggambarkan keagungan dari sebuah upacara adat tersebut.

    BalasHapus
  18. Wah ternyata masuk Afrika juga dan ada 500 juta orang memakainya. Gak nyangka ya, apakah mungkin sekarang mereka masih menggunakannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih mas, itu catatan awal abad 20 atau 100 tahun yang lalu.

      Hapus
  19. Sangat bangga karena batik menjadi salah satu warisan budaya yang mendunia, bahkan orang luar negeri sangat suka pakai batik ya

    BalasHapus
  20. Tim yang pakek batik saat kondangan atau cuma guru yang biasa pakek batik hayo siapa??? Padahal batik di batik siapa aja loh, profesinya apa aja...bukti keselarasan batik itu sendiri

    BalasHapus

Posting Komentar