Langsung ke konten utama

Serat Tumbuhan Bahan Kain dan Fashion

 

Serat kain untuk fashion dari tumbuhan adalah hasil dari mengolah bagian tanaman melalui berbagai cara agar menghasilkan serat benang untuk kemudian dipintal atau dirajut menggunakan alat tertentu baik manual atau mesin dengan hasil akhir selembar kain yang berukuran tententu sesuai keperluan dan kebutuhan.

Tumbuhan yang umum diambil seratnya agar menjadi dasar pemintalan benang bahan pembuat kain dan fashion adalah: 

*  Kapas

*  Kapuk

*  Linen

* Nanas

* Pisang Abaca

* Rosela

* Enceng Gondok

Masing masing mempunyai kelebihan dan kelemahan untuk kemudian ditambahkan bahan - bahan sintetis lainnya agar tercipta hasil yang bagus, tahan lama dan mempunyai daya tarik saat diaplikasikan pada berbagai produk pakaian dan aksesories.

Kapas

Bahan kain katun
Kapas adalah bahan benang dan kain katun

Adalah serat halus berwarna putih atau kecoklatan yang menutupi biji tanaman kapas. Mempunyai nama latin Gossypium tanaman ini bisa ditemukan diberbagai penjuru dunia yang beriklim tropis dan sub tropis. Mudah tumbuh didataran rendah dan menengah, menjadikannya bahan yang paling banyak digunakan falam industri kain dan tekstil.  Hasil kain berbahan dasar kapas oleh masyarakat Indonesia dikenal dengan Katun dalam bentuk benang ataupun kain untuk selanjutnya dimanfaatkan penjahit sebagai baju dan pakaian. Bahan ini, menjadi pilihan utama bagi mereka yang tinggal di daerah tropis karena mempunyai sifat sifat yang sangat baik ketika dijadikan pakaian dan baju sehari-hari, serta mudah untuk dibentuk dan dipotong oleh penjahit pakaian. Jenis katun yang dihasilkan banyak berasal dari:

  •  Katun Sea Island, lebih dikenal dengan jenis ELS ( extra long staple ) mempunyai ciri lembut, mengkilat dan halus, tidak mudah rusak saat dicuci menggunakan mesin cuci. Harganya mahal dan banyak digunakan pada pakaian yang glamour.

  • Katun Mesir, fiber kapas jenis ini  berwarna kecoklatan asalnya sesuai sebutannya. Mempunyai logo Egyptian Cotton yang dibuat sejak 2001, sebagai merk yang membedakan dari katun lainnya. Mempunyai serat yang tipis dan mengkilat sangat kuat dijadikan benang.

  • Katun Pima, adalah jenis yang sama dengan type ELS  yang mempunyai kualitas hasil berupa benang yang sangat kuat sehingga ketika ditenun menghasilkan kain yang berkualitas tinggi dan mewah. Mempunyai daya tahan dan daya serap air yang tinggi, sangat baik dikenakan dicuaca panas saat beraktifitas.

  • Katun Asia, mempunyai ciri fisik yang lebih keras dan kasar dari bahan katun yang disebutkan sebelumnya. Daya serapnya tidak terlalu baik dan menghasilkan kain sedikit kaku. Sangat cocok untuk digunakan sebagai selimut, bahan aksesoris dan kerajinan tangan. Penghasil terbesar jenis ini berasal dari India dan China.

  • Katun American Upland, mempunyai kualitas standart yang rendah serta dijual dengan harga murah. Bahannya mempunyai fleksibilitas untuk dibuat kain dan baju denim. Baju dan pakaian sehari-hari banyak yang menggunakan jenis katun ini.

Kapuk Randu 

Kapuk Randu  ( Ceiba Pentandra ) dikenal kapas Jawa atau kapas sutra, adalah bahan yang berbeda sama sekali dengan kapuk katun, mempunyai serat yang licin sehingga sulit dijadikan benang. Karena sifatnya yang licin karena berlapis lilin, bahan ini sering digunakan sebagai bahan untuk pakaian outdoor penahan dingin dipegunungan.

Sifat kapuk yang elastis, mampu menahan suhu udara, tidak menyerap air, tidak mudah terbakar sangat cocok untuk dibuat jaket, baju dan celana seragam lapangan, pengisi bahan bantal dan kasur. Bahan kapuk jawa sangat sulit bahkan tidak bisa dipintal untuk benang atau kain katun berkualitas tinggi. Sehingga dalam pekerjaan pakaian, penjahit menggunakan sebagai pelapis saja.

Linen

Bahan dari kain linen adalah alang alang yang dikenal dengan nama  flax atau Linum usitatissimun. Serat ini adalah bahan yang pertama kali dipintal serta dimanfaatkan oleh manusia. Manusia jaman prasejarah menggunakan bahan ini dan didapat catatan pemakaiannya antara 1000 SM hingga 500 SM. Bertekstur kaku dan tebal sangat cocok untuk tirai, taplak, serbet dan berbagai hasil barang ketrampilan berbahan kain. Bahan kain batik kuno berdasar catatan dahulu diduga juga dari linen.

Sifat umum linen adalah kaku, tidak menempel dikulit, awet dan kuat walaupun basah, tidak bisa dilipat sehingga untuk menyimpannya menggunakan cara digulung, tidak mudah kotor sehingga tidak perlu sering dicuci.

Serat Nanas

Umum disebut pina fiber, dalam bahasa latin namanya ananas comosus mempunyai serat  putih kekuning kuningan dan terlihat bersih mengkilap. Kain berbahan serat nanas dicampur katun menghasilkan kain yang berwarna putih kekuningan dan mengkilap. Baju nasional dari Philipina banyak menggunakan jenis kain serat nanas dicampur katun sehingga terlihat mewah dan elegan. Umumnya jenis ini dipintal secara manual menggunakan tangan sehingga butuh waktu lama untuk menghasilkan selembar kain. Karena lamanya proses pembuatan membuat kain ini sulit didapat dan berharga relatif mahal.

Pakaian dan baju dari serat nanas sangat cocok dipakai untuk  malam hari, karena berkilau dan nampak elegan. Kelemahan bahan ini adalah mudah rusak dan rapuh bila sering terkena air. Sehingga perawatan dan pencuciannya harus cermat dan hati-hati.

Serat Abaca

Serat Abaca didapat dari pisang Abaca yang asalnya dari Philipina, dimasa lalu digunakan oleh para ningrat dan orang kaya, banyak juga ditanam dan tumbuh subur di daerah Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Beberapa daerah di pulau jawa membudidayakannya sebagai komoditas yang bersifat komersil.

Seratnya tergantung tanah dan bibit tanamannya dalam menghasilkan warna putih, kuning gading, coklat mudah hingga kehitaman.

Kelebihan bahan ini adalah mempunyai serat yang sangat kuat, tidak mudah rapuh, tahan terhadap air garam dan air laut. Kekurangannya adalah mudah terkena jamur bila lama tidak dipakai serta mudah ditumbuhi bakteri yang berbahaya pada kulit. Oleh karena itu pemberian anti jamur dan anti bakteri harus disemprotkan sebelum digunakan sebagai baju dan pakaian.

Selain dijadikan baju dan pakaian, bahan serat abaca sering dimanfaatkan sebagai batik tulis, kain jumputan, batik ecoprint, pelapis bahan kerajinan.

Serat Rosela

Serat Rosella berasal dari tanaman HIbiscus sabdariffa banyak yang tumbuh di Jawa Tengah, Jawa Timur, diluar negri banyak ditemui pada wilayah Philipina, Bangladesh, India. Sangat mudah tumbuh didaerah tersebut tanpa perlu perawatan yang intensif.

Batang dan daun berwarna hijau hingga kemerahan mempunyai warna bunga yang bermacam macam dari putih, krem, ungu dan kuning. Seratnya krem atau putih keperakan. Perendaman dengan zat anti jamur perlu dilakukan bila peruntukannya sebagai baju dan pakaian. Kekuatannya tidak menurun saat dijemur ataupun dalam keadaan kering.

Penggunaan sebagai bahan karung, tali dan tambang adalah produk sampingan selain untuk bahan makanan, minuman bahkan untuk obat anti nyamuk. 

Enceng Gondok

Enceng gondok  (eichhornia crasipes solms) melimpah dan mudah didapatkan karena tumbuhan tersebut sebenarnya gulma atau hama air yang pertumbuhannya sangat cepat. Mempunyai kandungan serat yang besar dan kuat. Tahan akan cuaca yang ekstrim dan panas serta tahan terhadap air.

Penggunaan pada kegiatan kreatif seperti tas, mebel, kursi, dan berbagai kreatifitas sangat dianjurkan karena sifatnya enceng gondok  yang gampang didapat, murah dan sangat melimpah. Disamping dapat untuk mengurangi gulma yang merusak ekosistim sungai dan perairan.

Akhir Kata

Pengetahuan bahan serat yang digunakan sebagai kain dan fashion diperlukan agar penjahit dapat menentukan kriteria yang tepat dalam setiap proses produksi baju dan pakaian. 

Banyak bahan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan serat benang dan kain selain tulisan diatas, tetapi tidak dibahas karena tidak terlalu populer digunakan oleh orang Indonesia.

Komentar

  1. Ternyata serat tumbuhan sangat bermanfaat ya, bisa jadi kain hingga fashion

    BalasHapus
  2. Ternyata tumbuhan sangat bermanfaat bagi manusia yang bisa untuk kebutuhan sandang dengan pengolahan sedemikian rupa.

    BalasHapus
  3. Wah pengetahuan yang sangat berguna. Harus dibookmark nih, kadang butuh untuk membantu tugas sekolah anak-anak. Thanks for sharing

    BalasHapus
  4. dari sekian banyak yang aku pernah tau dengan. makan kepalak sendiri tu kapuk randu.. aku lihat pohonnya juga banyak kalau di tempat saudaraku kadang dipinggir pinggir jalannya gitu

    BalasHapus
  5. Kalau diurutin yang paling bagus yang mana kak? Yang bakal harganya paling tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serat abaca mempunyai nilai yang tinggi, apalagi bila seratnya ditenun dengan kombinasi serat sutra. Warnanya akan berkilau dan awet.

      Hapus
  6. Selama ini kita pakai atau beli baju sering ngomongin bahan-bahannya. Ternyata kalau bayangin dari mentahannya gini prosesnya bisa panjang sekali ya bisa sampai jadi sebuah pakaian. Padahal awalnya berbentuk tumbuhan. Pengen nyobain pakaian dari bahan linen katanya ramah lingkungan juga.

    BalasHapus
  7. Wah saya baru tahu nih kalau Rosela ternyata juga menjadi salah satu sumber / bahan pembuatan kain! Penasaran dengan bentuk/penampilan kain dari serat Rosela ini euy...

    BalasHapus
  8. ternyata ragam tanaman yang dapat diolah jadi kain ada banyak ya. tentu karakteristik tiap bahan kainnya nanti akan berbeda

    BalasHapus
  9. paling suka baju yang berbahan serat linen, karena terlihat premium sih buat saya pribadi. bahannya juga adem dan tegas tapi gak kaku. kalau untuk tas udah pasti saya pliih berbahan eceng gondok. suka banget ya natural gitu

    BalasHapus
  10. paling suka baju yang berbahan serat linen, karena terlihat premium sih buat saya pribadi. bahannya juga adem dan tegas tapi gak kaku. kalau untuk tas udah pasti saya pliih berbahan eceng gondok. suka banget ya natural gitu

    BalasHapus
  11. Enceng gondok ini banyak digunakan untuk industri kerajinan tangan juga ya, menarik mengetahui jenis-jenis serat, selama ini hanya tahu kapas aja

    BalasHapus
  12. Sering baca untuk urutan 3 teratas, tapi baru tahu aku untuk rosela, enceng gondok, nanas juga bisa. Rosela itu sama kaya yang buat minuman seduhan gitu kan ya? Wah good insight nih tentang per-kain-an.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, daun rosela sering untuk bahan dasar sirup

      Hapus
  13. baru tau kalau ternyata serat tumbuhan sangat bermanfaat yaa untuk dijadikan bahan kain. Baru denger juga yang serat abaca itu biasanya asalnya dari mana yaa kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahan serat pisang abaca tumbuh dan banyak dibudidayakan didaerah banyuwangi, kalimantan dan sulawesi.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  14. Kalau dari list ini, aku paling familiar sama kapas yang menjadi bahan dasar katun, dan linen. Dan saya penasaran banget sama hasil tas dari eceng gondok itu seperti apa.

    BalasHapus
  15. Tas berbahan enceng gondok banyak dijual dalam pemeran kerajinan tangan.

    BalasHapus
  16. Baru tau kalau linen ternyata dari alang-alang ya. Proses pengolahan bahan-bahan ini untuk menjadi sehelai kain nggak gampang makanya wajar ya kalau kain bernilai.

    BalasHapus
  17. Bagus banget tulisan ini, Kak. Selama ini saya tahunya hanya serat kapas, ternyata ada banyak serat yang unik tetapi tetep bagus.

    BalasHapus
  18. Wah serat kain dari bahan alami ini menarik ya. Biasanya apa perlu budidaya tanaman supaya bahannya bisa dipergunakan terus menerus? Baru tahu kalo Rosela yang biasa dimanfaatkan untuk minuman, ternyata bermanfaat untuk fashion juga

    BalasHapus
  19. woalah ilmu baru nih. ternyata baju yang kita pakai ini banyak yang berasal dari serat tumbuhan yaa

    BalasHapus
  20. Randu dulu sering dijadikan isian bantal di daerahku. Sekarang pohon randu sudah punah, isian bantal diganti spos atau dakron🥺

    Enceng gondok bisa jadi kain? Wah aku harus cari tahu dan belajar nih, untuk solusi di sungaki aku penuh banget enceng gondok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enceng gondok bisa untuk bahan dasar kerajinan tangan. Seperti tas, keranjang dan sejenisnya.

      Hapus
  21. Aku baru tahu klo untuk bikin benang bahan kain ternyata diambil dr berbagai tumbuhan. Paling tahunya ya kapas atau kapuk doang.

    BalasHapus
  22. Lo, aku baru tahu kalau tanaman kapas dengan kapuk itu berbeda.. :D Selama ini kupikir kapas ya kapuk itu.
    Ternyata nanas dan rosela juga bisa dijadikan serat kain juga, Mbak? Gak nyangka...

    BalasHapus
  23. Bahan katun bagaimana pun masih jadi favorit saya sih. Rasanya pas untuk segala cuaca, panas maupun dingin. Tapi sepertinya sekarang fashion dari bahan linen juga semakin sering ditemukan ya. Makin banyak baju yang dibuat dengan bahan ini.

    BalasHapus
  24. Tiap kali baca artikel mbak aku suka dapat pengetahuan baru soal kain ini. Aku termasuk awam sih, jadi tertarik belajar menjahit. Thank you kak.

    BalasHapus
  25. Banyak orang awam yang menyangka bila kapas dan kapuk itu adalah satu hal yang sama, namun ternyata berbeda, begitu pula saya yang baru mengetahuinya ketika membaca tulisan ini.

    keberadaan eceng gondok yang terlalu banyak juga bisa menjadi opsi ketersediaan bahan dasar dan bisa dimanfaatkan untuk bahan kerajinan juga ya,

    BalasHapus
  26. wah terimakasih wawasannya ^^ hihi jadi bahan sharing2 nih sama anakku, diskusi ternyata berbeda ya serat2 kain itu

    BalasHapus
  27. Serat ini menjadi faktor utama dari kenyamanan sebuah industri fashion mode juga yaa.. Selain memang mengambil motif dan cara pengelolaannya yang unik, bisa membuat pengguna pakaian zaman sekarang menjadi lebih percaya diri.

    BalasHapus
  28. Kain katun yang 100% makin lama makin mahal
    Selain tumbuhan kapas ini cuma tumbuh di beberapa daerah di Indonesia
    Permintaannya tak sebanding dengan supplynya yang makin banyak
    Untuk di daerah tropis emang paling nyaman pakai katun yang menyerap keringat
    Sayang bangett

    BalasHapus

Posting Komentar