24 Des 2023

Serat Tumbuhan Bahan Kain dan Fashion

Serat kain untuk fashion dari tumbuhan adalah hasil dari mengolah bagian tanaman melalui berbagai cara agar menghasilkan serat benang untuk kemudian dipintal atau dirajut menggunakan alat tertentu baik manual atau mesin dengan hasil akhir selembar kain yang berukuran tertentu sesuai keperluan dan kebutuhan.

Tumbuhan yang umum diambil seratnya agar menjadi dasar pemintalan benang bahan pembuat kain dan fashion adalah: 

Kapas

*  Kapuk

Linen

Serat Nanas

* Pisang Abaca

* Rosela

* Enceng Gondok

Masing masing mempunyai kelebihan dan kelemahan untuk kemudian ditambahkan bahan - bahan sintetis lainnya agar tercipta hasil yang bagus, tahan lama dan mempunyai daya tarik saat diaplikasikan pada berbagai produk pakaian dan aksesories.

Bahan Pembuat Kain

Berikut adalah bahan yang berasal dari alam yang sampai saat ini digunakan sebagai pembuat kain, yaitu:

Jenis Tumbuhan Detail Karakteristik
Kapas Serat putih Gossypium untuk benang katun. Paling banyak digunakan industri tekstil karena kenyamanan di iklim tropis.
Kapuk Randu Serat licin berlapis lilin yang sulit dipintal. Sangat efektif sebagai bahan pakaian outdoor penahan dingin.
Linen Berasal dari tanaman Flax. Serat tertua yang dipintal manusia sejak prasejarah, bertekstur kaku dan sangat awet.
Serat Nanas Dikenal sebagai Pina fiber. Berwarna putih mengkilap, memberikan kesan mewah, dan sering diproses manual dengan tangan.
Pisang Abaca Serat kuat asal Filipina yang tumbuh subur di Indonesia. Dahulu menjadi bahan pakaian eksklusif kaum ningrat.
Rosela Berasal dari Hibiscus sabdariffa. Tanaman yang sangat mudah tumbuh di Jawa tanpa memerlukan perawatan intensif.
Enceng Gondok Gulma air dengan serat besar dan kuat. Memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem dan air.

Kapas

Bahan kain katun
Kapas adalah bahan benang dan kain katun

Adalah serat halus berwarna putih atau kecoklatan yang menutupi biji tanaman kapas. Mempunyai nama latin Gossypium tanaman ini bisa ditemukan diberbagai penjuru dunia yang beriklim tropis dan sub tropis. Mudah tumbuh di dataran rendah dan menengah, menjadikannya bahan yang paling banyak digunakan dalam industri kain dan tekstil. Hasil kain berbahan dasar kapas oleh masyarakat Indonesia dikenal dengan Katun dalam bentuk benang ataupun kain untuk selanjutnya dimanfaatkan penjahit sebagai baju dan pakaian. 

Bahan kapas, menjadi pilihan utama bagi mereka yang tinggal di daerah tropis karena mempunyai sifat sifat yang sangat baik ketika dijadikan pakaian dan baju sehari-hari, serta mudah untuk dibentuk dan dipotong oleh penjahit pakaian. Jenis katun yang dihasilkan banyak berasal dari:

  • Katun Sea Island, lebih dikenal dengan jenis ELS ( extra long staple ) mempunyai ciri lembut, mengkilat dan halus, tidak mudah rusak saat dicuci menggunakan mesin cuci. Harganya mahal dan banyak digunakan pada pakaian yang glamour.
  • Katun Mesir, fiber kapas jenis ini  berwarna kecoklatan asalnya sesuai sebutannya. Mempunyai logo Egyptian Cotton yang dibuat sejak 2001, sebagai merk yang membedakan dari katun lainnya. Mempunyai serat yang tipis dan mengkilat sangat kuat dijadikan benang.
  • Katun Pima, adalah jenis yang sama dengan type ELS yang mempunyai kualitas hasil berupa benang yang sangat kuat sehingga ketika ditenun menghasilkan kain yang berkualitas tinggi dan mewah. Mempunyai daya tahan dan daya serap air yang tinggi, sangat baik dikenakan di cuaca panas saat beraktifitas.
  • Katun Asia, mempunyai ciri fisik yang lebih keras dan kasar dari bahan katun yang disebutkan sebelumnya. Daya serapnya tidak terlalu baik dan menghasilkan kain sedikit kaku. Sangat cocok untuk digunakan sebagai selimut, bahan aksesoris dan kerajinan tangan. Penghasil terbesar jenis ini berasal dari India dan China.
  • Katun American Up land, mempunyai kualitas standart yang rendah serta dijual dengan harga murah. Bahannya mempunyai fleksibilitas untuk dibuat kain dan baju denim. Baju dan pakaian sehari-hari banyak yang menggunakan jenis katun ini.

Kapuk Randu

Kapuk Randu  ( Ceiba Pentandra ) dikenal kapas Jawa atau kapas sutra, adalah bahan yang berbeda sama sekali dengan kapuk katun, mempunyai serat yang licin sehingga sulit dijadikan benang. Karena sifatnya yang licin karena berlapis lilin, bahan ini sering digunakan sebagai bahan untuk pakaian outdoor penahan dingin di pegunungan.

Sifat kapuk yang elastis, mampu menahan suhu udara, tidak menyerap air, tidak mudah terbakar sangat cocok untuk dibuat jaket, baju dan celana seragam lapangan, pengisi bahan bantal dan kasur. Bahan kapuk jawa sangat sulit bahkan tidak bisa dipintal untuk benang atau kain katun berkualitas tinggi. Sehingga dalam pekerjaan pakaian, penjahit menggunakan sebagai pelapis saja.

Linen

Bahan dari kain linen adalah alang alang yang dikenal dengan nama flax atau Linum usitatissimun. Serat ini adalah bahan yang pertama kali dipintal serta dimanfaatkan oleh manusia. Manusia jaman prasejarah menggunakan bahan ini dan didapat catatan pemakaiannya antara 1000 SM hingga 500 SM. Bertekstur kaku dan tebal sangat cocok untuk tirai, taplak, serbet dan berbagai hasil barang ketrampilan berbahan kain. Bahan kain batik kuno berdasar catatan dahulu diduga juga dari linen.

Sifat umum linen adalah kaku, tidak menempel di kulit, awet dan kuat walaupun basah, tidak bisa dilipat sehingga untuk menyimpannya menggunakan cara digulung, tidak mudah kotor sehingga tidak perlu sering dicuci.

Serat Nanas

Umum disebut pina fiber, dalam bahasa latin namanya ananas comosus mempunyai serat  putih kekuningan dan terlihat bersih mengkilap. Kain berbahan serat nanas dicampur katun menghasilkan kain yang berwarna putih kekuningan dan mengkilap. Baju nasional dari Philipina banyak menggunakan jenis kain serat nanas dicampur katun sehingga terlihat mewah dan elegan. Umumnya jenis ini dipintal secara manual menggunakan tangan sehingga butuh waktu lama untuk menghasilkan selembar kain. Karena lamanya proses pembuatan membuat kain ini sulit didapat dan berharga relatif mahal.

Pakaian dan baju dari serat nanas sangat cocok dipakai untuk  malam hari, karena berkilau dan nampak elegan. Kelemahan bahan ini adalah mudah rusak dan rapuh bila sering terkena air. Sehingga perawatan dan pencuciannya harus cermat dan hati-hati.

Serat Abaca

Serat Abaca didapat dari pisang Abaca yang asalnya dari Philipina, dimasa lalu digunakan oleh para ningrat dan orang kaya, banyak juga ditanam dan tumbuh subur di daerah Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Beberapa daerah di pulau jawa membudidayakannya sebagai komoditas yang bersifat komersil.

Seratnya tergantung tanah dan bibit tanamannya dalam menghasilkan warna putih, kuning gading, coklat mudah hingga kehitaman.

Kelebihan bahan ini adalah mempunyai serat yang sangat kuat, tidak mudah rapuh, tahan terhadap air garam dan air laut. Kekurangannya adalah mudah terkena jamur bila lama tidak dipakai serta mudah ditumbuhi bakteri yang berbahaya pada kulit. Oleh karena itu pemberian anti jamur dan anti bakteri harus disemprotkan sebelum digunakan sebagai baju dan pakaian.

Selain dijadikan baju dan pakaian, bahan serat abaca sering dimanfaatkan sebagai batik tulis, kain jumputan, batik eco-print, pelapis bahan kerajinan.

Serat Rosela

Serat Rosella berasal dari tanaman HIbiscus sabdariffa banyak yang tumbuh di Jawa Tengah, Jawa Timur, diluar negri banyak ditemui pada wilayah Philipina, Bangladesh, India. Sangat mudah tumbuh didaerah tersebut tanpa perlu perawatan yang intensif.

Batang dan daun berwarna hijau hingga kemerahan mempunyai warna bunga yang bermacam macam dari putih, krem, ungu dan kuning. Seratnya krem atau putih keperakan. Perendaman dengan zat anti jamur perlu dilakukan bila peruntukannya sebagai baju dan pakaian. Kekuatannya tidak menurun saat dijemur ataupun dalam keadaan kering.

Penggunaan sebagai bahan karung, tali dan tambang adalah produk sampingan selain untuk bahan makanan, minuman bahkan untuk obat anti nyamuk. 

Enceng Gondok

Enceng gondok  (eichhornia crasipes solms) melimpah dan mudah didapatkan karena tumbuhan tersebut sebenarnya gulma atau hama air yang pertumbuhannya sangat cepat. Mempunyai kandungan serat yang besar dan kuat. Tahan akan cuaca yang ekstrim dan panas serta tahan terhadap air.

Penggunaan pada kegiatan kreatif seperti tas, mebel, kursi, dan berbagai kreatifitas sangat dianjurkan karena sifatnya enceng gondok  yang gampang didapat, murah dan sangat melimpah. Disamping dapat untuk mengurangi gulma yang merusak ekosistim sungai dan perairan.

Bahan Pewarna Kain

Bahan pewarna kain terdiri dari 2 cara yaitu dengan menggunakan pewarnaan;

  • Natural
  • Non natural atau fabrikasi.

Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya tergantung kebutuhan dan keinginan penggunanya.

Pewarna Kain Natural

Pewarna kain natural banyak digunakan pada masa lalu dengan memanfaatkan berbagai jenis daun dan batang tumbuhan yang ada di alam.

Menggunakan teknik shibori saat ini semakin banyak diminati karena mempunyai keunggulan yaitu:

  • Unik dan otentik
  • Proses yang natural dan mudah dikerjakan.
  • Bernilai seni tinggi 
  • Mempunyai nilai ekonomi
  • Eksklusif karena tidak pernah sama dalam coraknya 

Berikut adalah daun dan batang pohon yang sering digunakan untuk pewarnaan natural yang bisa digunakan,

Daun tanaman untuk pewarnaan:

Kayu untuk pewarnaan:

  • Kayu Secang
  • Kayu Mahoni
  • Kayu Nangka
  • Kayu Mahoni
  • Kulit Kayu Manggis
  • Kulit buah Rambutan

Dengan cara dan teknik yang telah dipraktekkan dengan benar akan menghasilkan selembar kain yang mempunyai nilai tinggi dan corak yang unik sehingga akan menambah nilai estetika dan ekonomisnya.

Pewarnaan non Natural

Pewarnaan kain non natural menggunakan bahan pewarna sintetis untuk kain yang didesain untuk penggunaan inklusif atau untuk produksi massal. Bahan pewarna biasa disebut cat kain yang banyak digunakan untuk berbagai industri kreatif fashion kontemporer seperti:

  • Sablon
  • Direct to Garment ( DTG)
  • Batik Cap / print

Penggunaan bahan ini mempunyai kelebihan yang diantaranya:

  • Proses produksi relatif mudah
  • Punya warna yang banyak dan variatif
  • Relatif lebih murah dalam harga
  • Presisi dalam kualitas dan corak

Akhir Kata

Pengetahuan bahan serat dan daun serta daun yang digunakan sebagai kain dan fashion diperlukan agar penjahit dapat menentukan kriteria yang tepat dalam setiap proses produksi baju dan pakaian. Banyak bahan natural dari tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan serat benang dan pewarna kain selain tulisan diatas,di samping bahan non organik yang banyak dijual dan ditemui dipasaran dengan harga yang relatif murah.

Penggunaannya tergantung keperluan dan anggaran bagi mereka yang akan menggunakannya sehingga bisa tampil maksimal. Pilih kain dan corak sesuai anggaran dan penggunaannya.

Pertanyaan Seputar Bahan Kain Alami

Apa perbedaan utama antara kapas dan kapuk?

Kapas mudah dipintal menjadi benang katun untuk pakaian sehari-hari, sedangkan kapuk memiliki serat licin berlapis lilin yang lebih cocok digunakan sebagai bahan pakaian outdoor penahan dingin.

Mengapa kain serat nanas harganya relatif mahal?

Kain serat nanas (Pina) berharga mahal karena proses pemisahan serat dan pemintalannya sering dilakukan secara manual menggunakan tangan, yang memakan waktu lama serta membutuhkan ketelitian tinggi.

Tanaman apa yang seratnya paling lama digunakan manusia?

Linen yang berasal dari tanaman Flax (Linum usitatissimum) tercatat sebagai serat yang pertama kali dipintal dan dimanfaatkan manusia sejak zaman prasejarah, yakni antara tahun 1000 SM hingga 500 SM.