Langsung ke konten utama

10 Urutan Pembuatan Batik Lengkap

Definisi Kain Batik

Kain batik adalah kain yang berasal dari Indonesia yang dalam setiap lembarnya terdapat pola gambar unik berdasar ciri khas tertentu yang pembuatannya menggunakan berbagai teknik melukis dengan bahan dan tahapan khusus mulai dari persiapan hingga selesai. 

Batik tradisional bukan mesin/sablon ( batik print ), menggunakan urutan pembuatan umum berdasar Balai Penelitian Batik Dan Kerajinan, terdiri dari:

  • Pemilihan bahan kain
  • Nganji
  • Ngemplong
  • Nembok
  • Medel
  • Ngerok
  • Mbironi ( membirui)
  • Nyoga
  • Nglorot

Tiap tiap tahap dilakukan secara berurutan agar didapat hasil yang maksimal dan kualitas baik. Kesalahan dalam proses akan membuat bahan terbuang dan harus memulai dari awal. Pada tulisan dibawah ini akan diulas langkah pembuatannya.

Membuat batik
 Salahsatu proses membatik 

Pemilihan Bahan Kain

Bahan kain batik secara umum adalah kain katun yang secara khusus dilapisi kanji/tepung tapioka. Tujuannya adalah agar tidak menyerap kotoran atau debu yang dapat membuat kain kusam sebelum digunakan. Kain tersebut tampak tebal dan kaku karena dilapisi kanji. Kain ini secara umum oleh masyarakat jawa disebut kain mori.

Untuk kain berbahan sutra dipilih dari sutra yang rapat tenunannya, agar pada proses melukis batik tidak blobor atau kurang presisi.

Nganji

Untuk bahan kain batik, sebelumnya kain direndam dalam air bersih selama 1 malam hingga 24 jam. Tujuannya untuk melarutkan kotoran dan bahan kanji lama yang menempel pada kain. Selanjutnya kain dicuci bersih untuk menghilangkan lapisan kanji yang menempel dan dilakukan beberapa kali hingga dianggap cukup bersih dengan cara dipukul dengan kayu pada semua bagian kain.

Setelah itu, pelapisan ulang dilakukan menggunakan kanji baru  dengan komposisi untuk selembar batik ukuran 1,2 meter x 2 meter memerlukan 10 gram sampai dengan 20 gram kanji dalam larutan 500 cc air. Kemudian dilakukan penjemuran disinar matahari yang terik.

Maksud dan tujuan pelapisan dengan larutan kanji/tapioka adalah:

Menjaga agar serat benang kuat dan kaku sehingga ketika dibatik tidak luntur/blobor, ketika proses membatik menggunakan teknik cap tidak mudah bergeser seratnya saat ditekan oleh alat batik cap.

Setelah kering sebaiknya mengecek kembali hasil kain  yang sudah dicampur kanji. Memastikan bahwa pelapisan telah rata pada semua bagian.

Ngemplong

Ngemplong adalah kegiatan memukul kain bahan batik setelah proses pelapisan dengan kanji / tapioka. Caranya adalah, dengan melipat pada bagian lebar kain beberapa kali, kemudian diletakkan diatas permukaan yang rata dan datar untuk dipukuli menggunakan palu kayu atau bambu.

Tujuannya agar kain tersebut kuat dan lentur serta mempunyai permukaan kain yang halus. 

Penggunaan setrika bisa dilakukan untuk kain yang bernilai rendah agar mempercepat proses, tetapi jangan untuk kain yang tujuannya dibuat dalam kualitas tinggi karena proses setrika tidak membuat kain menjadi lentur, hanya menghasilkan permukaan kain yang halus saja. Untuk batik cap umumnya tahapan ngemplong dilewati karena pembuatannya secara umum hanya untuk kebutuhan pakaian, dan baju sehari-hari saja.

Nglowong

Adalah kegiatan proses membatik awal, yaitu penempelan pola batik dasar menggunakan cara dengan teknik cap atau menggunakan canting, bahan yang digunakan adalah lilin "malam" diatas kain katun/mori.  Penempelan dan pelukisan pola pada salahsatu sisi kain disebut "ngrengreng", bila selanjutnya melukis atau penempelan pada sisi permukaan dibalik kain lainnya disebut "nerusi". Tujuannya agar kain tersebut mempunyai pola atau gambar yang sama bolak balik atau polanya tembus.

Gambaran corak dan model batik pada akhirnya berwarna coklat yang biasa di sebut Sogan.

Nembok

Tujuannya agar bagian kain yang tidak perlu diberi warna tidak terkena rembesan saat pencelupan kain pada bak pewarna.

Tahap ini adalah bagian kedua dari pelukisan atau cap batik, agar pola yang dibuat dan yang tetap menggunakan warna dasar kain tidak luntur saat pencelupan yang berakibat kurangnya keindahan dan presisi motif kain batik. Butuh ketelitian agar tidak ada bagian yang terlewatkan, setelah dirasa sudah selesai perlu pengecekan ulang dengan seksama.

Medel

Medel adalah memberikan warna dasar biru pada bagian kain yang tidak di "tembok", dengan cara mencelupkan kain kedalam bak pewarna yang terdiri dari campuran bahan alami yaitu kapur dan tunjung. Warna dasar sebenarnya adalah nila atau umum disebut indigo. Warna dasar biru umumnya digunakan pada batik corak tradisional, sedang untuk batik jenis dan corak baru warna apapun diperbolehkan tanpa ada batasan pakem. Setelah dirasa telah rata pewarnaannya, penjemuran kain selama sehari agar kering udara perlu dilakukan agar proses selanjutnya bisa dikerjakan.

Ngerok

Dari sini bisa paham bahwa kegiatan ini adalah "scrapping" menghilangkan lilin atau malam batik dengan cara dikerok manual. 

Masa lalu menggunakan alat dari seng yang tipis atau sejenisnya, saat ini menggunakan "kapi" berbahan plat atau logam  sangat dianjurkan, karena tidak beresiko merobek kain karena ujungnya yang tidak tajam.

Pada proses ini motif dan corak dasar kain batik mulai terlihat jelas. Butuh waktu yang cukup lama agar pengerokan rata apalagi bila mempunyai motif bolak balik pada 2 permukaan.

Mbironi

Adalah proses lanjutan untuk mempertegas warna dan corak batik. Bagian yang ingin tetap berwarna dasar kain tidak diwarnai, ditutup lagi dengan cairan lilin. Termasuk menutup warna biru hasil dari medel sebelumnya.

Pada pekerjaan ini hanya bisa dilakukan dengan canting tulis. Pengecapan sudah tidak bisa dilakukan lagi. Butuh minimal 1 hari untuk selembar kain batik dalam proses ini, termasuk pengecekan ulang.

Nyoga 

Penambahan warna coklat pada bagian tertentu dicorak batik. Larutan pewarnanya berwarna soga atau coklat gelap, sehingga saat selesai dicelup menghasilkan warna coklat cerah pada kain batik.

Pencelupan dilakukan 2 atau 3 kali untuk memastikan permukaan yang diinginkan rata mendapat warna sogan. Selanjutnya dilakukan penjemuran tanpa memeras kain karena beresiko merusak lilin yang menempel pada permukaan kain. Penjemuran minimal butuh waktu 1 hari agar dapat melangkah pada proses akhir.

 Nglorod

Meluruhkan semua lapisan lilin dan bahan yang menempel di permukaan kain batik. Ini adalah langkah paling akhir. 

Kain batik dimasukkan pada wadah yang berisi air panas mendidih. Tujuannya mencairkan semua lilin yang dikain. Setelah selesai proses nglorod, kain dijemur lagi untuk selanjutnya di rapikan dan disetrika agar tidak kusut atau rusak.

Penutup

Butuh 10 proses dalam pembuatan batik tradisional dan cap, sehingga dalam hasil bisa maksimal. Perlu diketahui bahwa jumlahnya sangat terbatas karena kerumitan dan ketelitian dalam setiap langkah pembuatannya.

Batik tradisional direkomendasikan sebagai koleksi karena mempunyai nilai yang tinggi dalam pengerjaan dan proses pembuatan yang lama.

Selain itu bahan katun dari batik tradisional sangat rentan pada cuaca dan tidak bisa dikatakan awet untuk pemakaian harian. Biaya pembuatan baju dan pakaian yang berasal dari batik tradisional relatif lebih mahal daripada Ongkos menjahit pakaian berbahan kain lainnya, umumnya berkisar 1.5 kali hingga 2 kali. 

Hal ini disebabkan karena dibutuhkannya penjahit yang mempunyai kemampuan dan pengalaman dalam menanganinya.

Komentar

  1. wajar banget kalau harga batik muahaaalnya banget yaaa melihat prosesnya yang masyallah banyak banget urutannya dan itu tuh gak mudah. Kalau tahu prosesnya begini jadi lebih respect ya terhadap batik dan sadar diri gitu loh. lebih cinta juga sama batik.

    BalasHapus

  2. Panjang juga proses pembuatan batik, pantesan harganya mahal. Hebat juga nenek moyang kita yang bisa menemukan metode batik dan kita sebagai generasi mudah harus melestarikannya

    BalasHapus
  3. saya baru tahu nih kalo tahapan membuat batik itu bisa sampe 10 langkah. saya jadi kepo pngen liat langsung proses pembuatan batik. seru kayanya ya dan saya juga baru ngeh kalo sogan itu artinya coklat

    BalasHapus
  4. Ternyata banyak banget ya tahapan membatik ini. Aku kira langsung gambar-gambar aja. Pantesan batik itu harganya mahal karena prosesnya memang panjang sekali. Tapi ada nggak sih batik yang model sablon dan lebih cepat pengerjaannya gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Batik printing media yang digunakan bermacam macam dari sablon hingga digital menggunakam mesin DTG. Harganya relatif murah antara 25 ribu/m hingga 60 ribu / m . Tergantung bahan kain.

      Hapus
  5. pernah ke salah satu tempat batik di Pandeglang, dan emang walau klasik tapi makin ke sini model-model batik tuh makin varian dan modern. jadi bisa lebih banyak menggaet kawula muda buat makenya

    BalasHapus
  6. Saya pernah belajar membatik di Lasem Jawa Tengah, tapi malah gak tahu urutannya seperti itu, malah ada sepuluh kalau menurut teorinya ya
    Terimakasih jadi nambah ilmu dan wawasan jadinya

    BalasHapus
  7. Baru tahu ternyata tahapannya banyak jiha ya buat bikin batik. Pantesan harganya cukup lumayan untuk batik tulis terutama ya karena prosesnya itu

    BalasHapus
  8. ternyata untuk membuat 1 kain batik, perlu proses yang panjang ya. salut sama para pembuatnya!

    BalasHapus
  9. Tahapan membatik ini memang panjang ya. Itulah kenapa kain batik yang dibuat homemade nilainya kadang gak main-main, karena pembuatannya pun rumit. Belum lagi filosofi yang ada di tiap-tiap motifnya. Membuat kain batik semakin unik.

    BalasHapus
  10. waah jadi tau step by step pembuatan batik. Thanks yaa kak sudah sharing

    BalasHapus
  11. Pantas batik yang dibuat manual harganya sangat mahal, karena ternyata prosesnya panjang

    BalasHapus
  12. Kain batik selalu cantik, karena ternyata prosesnya tidak sedikit dan sudah banyak ditimpa sampai jadi cantik

    BalasHapus
  13. Ternyata memang banyak ya urutan pembuatannya, selama ini cuma tahu nikmati batik yang sudah cantik aja. Kalau uda tau sampai lengkap gini sih pasti lebih menghargai juga karya-karya batik tersebut.

    BalasHapus
  14. Proses menghasilkan kain batik ternyata cukup panjang ya, sampai beberapa proses. Selain prosesnya yang panjang, membatik juga membutuhkan fokus karena berhubungan dengan detail batik yang sangat detail pada setiap goresan motifnya.

    BalasHapus
  15. MashaAllaa yaa..
    Untuk membuat kain batik tradisional membutuhkan cara yang panjang sehingga bisa kita nikmati keindahannya ketika sudah jadi. Dan ini hebatnya awet banget yaa..

    BalasHapus
  16. Ternayata ada cukup banyak juga ya prosesnya, dan gak gampang pastinya, gak semua orang bisa melakukannya.

    BalasHapus
  17. Dari membaca iritan pembuatan kain batik ini, jadi sekaligus mulai mengenal istilahnya juga. Siip banget ini sebagai salah satu langkah mensosialisasikannya dan melestarikannya.

    BalasHapus
  18. wah aku baru tau urutan pembuatan batik dan istilah2 ini. semoga batik terus dilestarikan dan makin banyak peminatnya ya

    BalasHapus
  19. Prosesnya lumayan banyak ya.. Pantesan batik-batik itu harganya mahal. Apalagi batik yang bener bener dibuat dan didesain pake tangan. Telaten sekali pembuatnya.

    BalasHapus
  20. aseli keren neh artikelnya. istilah dan maksudnya tersampaikan

    BalasHapus
  21. Ternyata alur pembuatan batik itu panjang juga ya. Disinilah kita harus menghargai para pengrajin batik yang sudah berhasil membuat dan melalui proses secara lengkap.

    BalasHapus
  22. Menurutku luar biasa banget sih para pembatik nasional ini. Soalnya gak bisa bayangin deh gimana effortnya kalau harus tanpa mesin. Salut pokoknya.

    BalasHapus

Posting Komentar