12 Nov 2023

Informasi Outfit Baju Kerja Teknisi Standart SNI

Setiap pekerja pofesional selalu mengenakan pakaian khas dan khusus yang mudah dikenali untuk menjelaskan profesi kerja yang dilakukan. Demikian juga dengan baju para teknisi yang terdiri dari orang yang mempunyai dasar ilmu dibilang teknik dan teknologi.

Penggunaan seragam tersebut mengacu aturan Pemerintah yang harus dipatuhi yaitu, Permenakertrans No. PER.08/MEN/VII/2010: Tentang Alat Pelindung Diri, yang mewajibkan pengusaha menyediakan APD (termasuk pakaian pelindung) secara cuma-cuma dan harus memenuhi standar (SNI atau standar internasional yang berlaku).


Baju dan pakaian kerja
Outfit baju kerja

Dasar Aturan Seragam Kerja Teknisi

Selain dasar utama Permenakertrans ada beberapa aturan dan standart yang harus dipatuhi dengan ketat untuk pekerja Industri tertentu agar keamanan dan keselamatan perkerja terjamin, berikut adalah aturannya:

Standart Material Pakaian Kerja ( wearpack/coverall, mengacu pada beberapa aturan baku yaitu,

  • SNI/ISO 11612: Standar untuk pakaian pelindung terhadap panas dan nyala api (untuk teknisi las, kelistrikan, atau area panas).
  • SNI 0548 (Setara ISO 13688): Persyaratan umum untuk pakaian pelindung terkait ergonomi, ketidakberbahayaan, penuaan, ukuran, dan penandaan.

Bahan kain umumnya menggunakan katun premium atau campuran yang memiliki sirkulasi udara baik namun kuat terhadap gesekan (abrasi) dan tidak mudah terbakar dan harus tebal tetapi tetap nyaman saat dikenakan dan dijahit kuat. dalam 2 jalur jahitan sehingga tidak mudah sobek atau terkoyak saat terkena benda tajam.

Standar APD Pendukung Seragam

Helm Safety (SNI ISO 3873): Helm pelindung industri untuk melindungi kepala dari benturan. Terbuat dari bahan yang dianjurkan seperti baja ataupun plastik yang ringan tapi kuat menahan benturan benda padat dan berat serta dilengkapi setelan untuk dikenakan dengan rapat dan nyaman. Untuk kondisi tertentu helm juga dilengkapi penutup wajah untuk melindungi dari benda berbahaya.

Sepatu Safety (SNI 7079 / SNI 0111): Sepatu dengan pelindung jari kaki (steel toe cap) dan sol tahan minyak/listrik. Umumnya sepatu dilindungi plat besi pada ujungnya dengan penggunaan sol dari bahan karet keras dan bahan utama sepatu dari kulit sapi yang dijahit kuat serta tidak dalam bentuk pantofel

Rompi Safety (SNI ISO 20471): Pakaian dengan visibilitas tinggi (high-visibility) menggunakan material reflektif agar pekerja terlihat di lingkungan minim cahaya terutama saat bekerja malam hari serta mempunyai warna yang tidak kamuflase dengan lingkungan kerja.

Baju kerja seorang teknisi industri dan manufaktur mempunyai outfit dresscode yang khusus dan spesifik sebagai penunjang kerja mereka setiap hari agar menunjang untuk berbagai kondisi cuaca dan lingkungan kerja yang beresiko tinggi. Mempunyai spesifikasi dan kualifikasi khusus agar mereka saat bekerja terlindungi dari resiko kecelakaan dan cedera yang fatal dengan menggunakan pakaian kerja yang berstandart.

Setiap pekerja wajib menggunakan baju dan pakaian tersebut dengan benar sesuai standart dan bidang tanggungjawab saat mereka bertugas. Outfit pakaian standart kerja yang harus dikenakan oleh mereka yang bekerja dengan resiko tinggi terdiri dari:

  • Sepatu
  • Celana
  • Baju dan jaket
  • Kaos tangan
  • Helm
  • Aksesories pelengkap

Yang detil spesifikasinya akan dijelaskan dibawah ini,

Penjelasan Detil Seragam Kerja Teknisi

contoh baju kerja teknisi
Contoh Baju Kerja berstandart SNI

Sepatu Kerja

Sepatu kerja umum disebut sepatu untuk tugas dan kerja beresiko tinggi terdiri dari berbagai macam jenis yang disesuaikan jenis dan kegunaannya. Ada beberapa sepatu yang biasa dipakai oleh pekerja yaitu:

  • Sepatu boot dari karet, yaitu jenis yang dibuat untuk para pekerja bangunan dan pembantu teknisi. Terbuat dari karet tebal yang tahan air serta mudah dalam perawatan dan dibersihkan bila kotor. Mempunyai harga yang relatif murah.
  • Sepatu kerja heavy duty biasanya terbuat dari kulit tebal dengan sol anti slip dari karet keras, selain itu bagian ujungnya dilapisi plat besi agar jari kaki aman saat tertimpa benda berat.
  • Sepatu steril adalah sepatu yang wajib dikenakan bagi mereka yang berhubungan dengan hal kimia atau kesehatan. Didesain ringan dan hanya sekali pakai agar mereka yang bekerja selalu steril dan bersih dari bakteri dan virus.

Sepatu kerja harus terawat baik sering dibersihkan agar kenyamanan saat memakai selalu terjaga.

Celana Panjang

Untuk keselamatan kerja, menggunakan celana panjang menjadi keharusan dan menggunakan celana pendek adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam lingkungan dan area kerja. Desain celana panjang tidak boleh ketat dan terlalu longgar karena bisa mengganggu pergerakan saat bekerja dan mengurangi keleluasaan bergerak.

Bahan kain yang digunakan harus tebal, kuat dan nyaman, ada beberapa kain yang sering digunakan, yaitu:

  • Kain spunbond adalah bahan kain yang sekali pakai yang mempunyai banyak pilihan ketebalan gramasi tergantung kebutuhan dan kegunaan. Kemampuannya dalam menahan percikan air dan menghindari masuknya bakteri atau virus ke permukaan kulit adalah kelebihannya. Teknik pembuatan pakaian ini bisa dengan menjahit konvensional ataupun sistim laser.
  • Kain polyester adalah kain yang dikenal tangguh dalam untuk kegiatan outdoor dengan kemampuannya kedap air dan mampu menahan tumpahan cairan kimia yang berbahaya. Kekurangannya adalah tidak nyaman dikenakan dalam cuaca yang panas karena tidak bisa menyerap cairan.
  • Untuk daerah yang bersuhu hangat penggunaan bahan kain denim menjadi pilihan, kuat untuk dikenaksn dalam waktu lama, fleksibel dan terasa nyaman adalah alasan yang kuat untuk memilih jenis kain ini. 
  • Kain berbahan katun tebal adalah pilihan bagi mereka yang resiko kerjanya tidak terlalu tinggi. Secara umum jenis ini menjadi pilihan populer untuk semua celana dan baju.

Umumnya model celana cargo menjadi desain utama bila tujuannya untuk celana kerja yang beresiko tinggi dan di luar ruangan.

Baju Dan Jaket Kerja

Baju dan jaket kerja didesain agar mampu melindungi tubuh pekerja dari berbagai resiko kecelakaan dan membuat nyaman tubuh selama melakukan tugas rutin harian. Menggunakan bahan yang sama dengan celana kerja dengan tujuan mudah dalam pembuatan dan penggunaannya. Ada beberapa penambahan bahan untuk pekerja malam yaitu pelapisan kain yang memantulkan cahaya selebar minimal 2 cm dijahit sepanjang punggung dan bagian depan. Bahan jaket harus dibuat dari kain rangkap dua atau 2 layer sebagai pelindung baju dan penghangat tubuh saat bekerja di suhu yang rendah.

Pembuatan pakaian kerja untuk para pekerja atau teknisi biasanya dijahit rangkap 2 agar kuat dan tidak mudah robek saat beraktifitas. Kemudahan dalam pemakaian dan perawatan juga menjadi bagian penting yang harus tidak dilewatkan saat mendesainnya.

Kaos Tangan

Kaos tangan bagi pekerja mesin berat dan kimia adalah hal yang wajib digunakan. Bagi pekerja mesin berat yang berhubungan dengan besi, cairan minyak yang mudah terbakar ketika  bekerja adalah alasan utama agar tangan tidak terbakar atau tergores. Bahan kulit tebal yang melindungi tangan  biasa digunakan.

Untuk pekerja industri kimia dan kesehatan kaos tangan akan selalu dipakai agar tidak terpapar virus atau bakteri berbahaya. Umumnya bahan karet elastis yang tipis dan ringan menjadi pilihannya. Kaos tangan dalam pemakaiannya ada yang sekali pakai contohnya kaos tangan medis, tetapi untuk yang lain bisa digunakan untuk jangka waktu lama hingga rusak.

Helm Kerja

Helm kerja umumnya terbuat dari bahan plastik keras yang mampu melindungi kepala dari benturan, kejatuhan benda diatas kepala dan juga melindungi dari panas dan hujan.Bentuk helm kerja seperti topi bulet yang terbuat dari bahan keras dan kuat dirancang agar menjadi pengaman kerja. Bagian depan helm dibuat ada sedikit tonjolan yang fungsinya melindungi dahi agar aman ketika kepala bagian depan hendak membentur sesuatu.

Ada beberapa warna dalam helm kerja yang tujuannya membedakan tugas dan kapasitas seseorang ketika berada dilingkungan dan area kerja.

Berikut warna helm yang perlu di ketahui:

  • Putih polos untuk manajerial, pelaksana, kepala pelaksana dan pimpinan proyek. Tanda pada helm menunjukkan jabatannya dimulai stripe 1, 2, 3.
  • Helm merah digunakan oleh mereka yang bertanggungjawab atas semua keselamatan pekerja dan petugas penanggungjawab keamanan kerja.
  • Warna kuning umum digunakan pada pekerja harian mulai dari harian lepas, para tukang dan mandor dalam lingkup kerja bangunan dan teknik sipil.
  • Warna helm biru dikenakan para mekanikal yang bertanggung jawab pada mesin, listrik dan sejenisnya.
  • Warna hijau adalah ciri para pekerja dan penanggungjawab lingkungan dan fasilitas umum seperti para perawat taman, aktivis lingkungan, dan sejenisnya.

Aksesoris Pelengkap

Aksesoris pelengkap adalah alat tambahan yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan, penggunaannya hanya pada waktu tertentu saja dan tidak perlu digunakan setiap saat. Beberapa aksesoris yang umum dipakai adalah:

  • Kacamata las
  • Lampu sorot
  • Tali 
  • Kacamata pelindung debu
  • Kompas
  • Tas Punggung

Penutup

Pakaian kerja adalah bagian dari K3 ( keselamatan dan keamanan kerja) yang tertuang dalam aturan Menakertrans harus dipatuhi oleh setiap pekerja. Penggunaan pakaian yang aman saat bekerja akan menimbulkan rasa aman dan nyaman saat bertugas dan meningkatkan produktifitas. Untuk pekerjaan membuat seragam terbagi dalam beberapa klasifikasi, menjahit seragam pramuka, dan seragam pelajar lainnya mempunyai harga yang jelas lebih bersahabat daripada seragam kerja.

FAQ Pakaian Kerja Teknisi

Apa saja aturan dasar standar material pakaian kerja?

Standar Material Pakaian Kerja (wearpack/coverall) mengacu pada beberapa aturan baku yaitu:

  • SNI/ISO 11612: Standar untuk pakaian pelindung terhadap panas dan nyala api (untuk teknisi las, kelistrikan, atau area panas).
  • SNI 0548 (Setara ISO 13688): Persyaratan umum untuk pakaian pelindung terkait ergonomi, ketidakberbahayaan, penuaan, ukuran, dan penandaan.

Apa bahan kain yang di gunakan?

Bahan yang digunakan adalah katun premium tebal yang memiliki daya tahan tinggi namun tetap nyaman digunakan untuk aktivitas teknis.

Berapa ongkos jahit seragam kerja teknisi?

Estimasi biaya jasa pembuatan adalah IDR 200.000 - 250.000 per stel (satuan).