29 Jan 2024

10 Urutan Pembuatan Batik Lengkap

Kain batik adalah kain yang berasal dari Indonesia yang dalam setiap lembarnya terdapat pola gambar unik berdasar ciri khas tertentu yang pembuatannya menggunakan berbagai teknik melukis dengan bahan dan tahapan khusus mulai dari persiapan hingga selesai.

Batik tradisional bukan mesin/sablon ( batik print ), menggunakan urutan pembuatan umum berdasar Balai Penelitian Batik Dan Kerajinan, terdiri dari:

Tiap tiap tahap dilakukan secara berurutan agar didapat hasil yang maksimal dan kualitas baik. Kesalahan dalam proses akan membuat bahan terbuang dan harus memulai dari awal. Pada tulisan dibawah ini akan diulas langkah pembuatannya.

Membuat batik
 proses membatik 

Pemilihan Bahan Kain

Bahan kain batik secara umum adalah kain katun yang secara khusus dilapisi kanji/tepung tapioka. Tujuannya adalah agar tidak menyerap kotoran atau debu yang dapat membuat kain kusam sebelum digunakan. Kain tersebut tampak tebal dan kaku karena dilapisi kanji. Kain ini secara umum oleh masyarakat jawa disebut kain mori.

Untuk kain berbahan sutra dipilih dari sutra yang rapat tenunannya, agar pada proses melukis batik tidak blobor atau kurang presisi.

Selain itu bahan serat alami seperti Rosella, kapas dan katun juga menjadi salahsatu favorit para pembatik.

Nganji

Untuk bahan kain batik, sebelumnya kain direndam dalam air bersih selama 1 malam hingga 24 jam. Tujuannya untuk melarutkan kotoran dan bahan kanji lama yang menempel pada kain. Selanjutnya kain dicuci bersih untuk menghilangkan lapisan kanji yang menempel dan dilakukan beberapa kali hingga dianggap cukup bersih dengan cara dipukul dengan kayu pada semua bagian kain.

Setelah itu, pelapisan ulang dilakukan menggunakan kanji baru  dengan komposisi untuk selembar batik ukuran 1,2 meter x 2 meter memerlukan 10 gram sampai dengan 20 gram kanji dalam larutan 500 cc air. Kemudian dilakukan penjemuran disinar matahari yang terik.

Maksud dan tujuan pelapisan dengan larutan kanji/tapioka / starching adalah:

1. Memberikan Kekakuan Sementara

Kanji dari tapioka berfungsi sebagai stiffener alami, membuat kain batik menjadi lebih kaku dan tidak lemas saat ditangani atau dijahit.

Hal ini sangat membantu dalam proses pemolaan, pemotongan, atau pameran display.

2. Menjaga Bentuk Motif

Saat kain batik dilipat atau disimpan, lapisan kanji membantu mencegah motif batik menjadi kusut atau terdistorsi.

3. Meningkatkan Ketahanan Kain

Kanji membentuk lapisan tipis yang melindungi serat kain dari gesekan dan keausan ringan, terutama selama proses pewarnaan atau pelorodan.

4. Memberi Efek Kilau atau Finishing Alami

Setelah dikeringkan dan disetrika, lapisan kanji memberikan kesan halus, rapi, dan sedikit mengilap yang mempercantik tampilan akhir kain batik.

Hasilnya serat benang kuat dan kaku sehingga ketika dibatik tidak luntur/blobor, ketika proses membatik menggunakan teknik cap tidak mudah bergeser seratnya saat ditekan oleh alat batik cap.

Setelah kering sebaiknya mengecek kembali hasil kain  yang sudah dicampur kanji. Memastikan bahwa pelapisan telah rata pada semua bagian.

Ngemplong

Ngemplong adalah kegiatan memukul kain bahan batik setelah proses pelapisan dengan kanji / tapioka. Caranya adalah, dengan melipat pada bagian lebar kain beberapa kali, kemudian diletakkan diatas permukaan yang rata dan datar untuk dipukuli menggunakan palu kayu atau bambu.

Tujuannya agar kain tersebut kuat dan lentur serta mempunyai permukaan kain yang halus. 

Penggunaan setrika bisa dilakukan untuk kain yang bernilai rendah agar mempercepat proses, tetapi jangan untuk kain yang tujuannya dibuat dalam kualitas tinggi karena proses setrika tidak membuat kain menjadi lentur, hanya menghasilkan permukaan kain yang halus saja. Untuk batik cap umumnya tahapan ngemplong dilewati karena pembuatannya secara umum hanya untuk kebutuhan pakaian, dan baju sehari-hari saja.

Nglowong

Adalah kegiatan proses membatik awal, yaitu penempelan pola batik dasar menggunakan cara dengan teknik cap atau menggunakan canting, bahan yang digunakan adalah lilin "malam" diatas kain katun/mori.  Penempelan dan pelukisan pola pada salahsatu sisi kain disebut "ngrengreng", bila selanjutnya melukis atau penempelan pada sisi permukaan dibalik kain lainnya disebut "nerusi". Tujuannya agar kain tersebut mempunyai pola atau gambar yang sama bolak balik atau polanya tembus.

Gambaran corak dan model batik pada akhirnya berwarna coklat yang biasa di sebut Sogan.

Nembok

Tujuannya agar bagian kain yang tidak perlu diberi warna tidak terkena rembesan saat pencelupan kain pada bak pewarna.

Tahap ini adalah bagian kedua dari pelukisan atau cap batik, agar pola yang dibuat dan yang tetap menggunakan warna dasar kain tidak luntur saat pencelupan yang berakibat kurangnya keindahan dan presisi motif kain batik. Butuh ketelitian agar tidak ada bagian yang terlewatkan, setelah dirasa sudah selesai perlu pengecekan ulang dengan seksama.

Medel

Medel adalah memberikan warna dasar biru pada bagian kain yang tidak di "tembok", dengan cara mencelupkan kain kedalam bak pewarna yang terdiri dari campuran bahan alami yaitu kapur dan tunjung. Warna dasar sebenarnya adalah nila atau umum disebut indigo. Warna dasar biru umumnya digunakan pada batik corak tradisional, sedang untuk batik jenis dan corak baru warna apapun diperbolehkan tanpa ada batasan pakem. Setelah dirasa telah rata pewarnaannya, penjemuran kain selama sehari agar kering udara perlu dilakukan agar proses selanjutnya bisa dikerjakan.

Ngerok

Scrapping / ngerok berbeda dengan proses pelorodan, yang menggunakan air panas untuk melarutkan semua malam.

Dari sini bisa paham bahwa kegiatan ini adalah "scrapping" menghilangkan lilin atau malam batik dengan cara dikerok manual.

Masa lalu menggunakan alat dari seng yang tipis atau sejenisnya, saat ini menggunakan "kapi" berbahan plat atau logam  sangat dianjurkan, karena tidak beresiko merobek kain karena ujungnya yang tidak tajam.

🔧 Scraper / Pisau Kerok Malam

Saat ini sudah banyak yang menggunakan:

Biasanya berupa bilah pipih dari:

  • Logam tipis (seperti aluminium atau baja ringan)
  • Tembaga (untuk pengerok profesional)
  • Bambu pipih tajam (untuk pengerjaan tradisional manual)

🛠️ Cara Penggunaan:

1. Kain batik dikeringkan terlebih dahulu.

2. Dengan hati-hati, scraper digunakan untuk mengerok malam di atas motif sesuai kebutuhan.

3. Biasanya dilakukan di atas meja datar atau permukaan yang dilapisi kain.

Pada proses ini motif dan corak dasar kain batik mulai terlihat jelas. Butuh waktu yang cukup lama agar pengerokan rata apalagi bila mempunyai motif bolak balik pada 2 permukaan.

Mbironi

Adalah proses lanjutan untuk mempertegas warna dan corak batik. Bagian yang ingin tetap berwarna dasar kain tidak diwarnai, ditutup lagi dengan cairan lilin. Termasuk menutup warna biru hasil dari medel sebelumnya.

Pada pekerjaan ini hanya bisa dilakukan dengan canting tulis. Pengecapan sudah tidak bisa dilakukan lagi. Butuh minimal 1 hari untuk selembar kain batik dalam proses ini, termasuk pengecekan ulang.

Nyoga 

Penambahan warna coklat pada bagian tertentu dicorak batik. Larutan pewarnanya berwarna soga atau coklat gelap, sehingga saat selesai dicelup menghasilkan warna coklat cerah pada kain batik.

Pencelupan dilakukan 2 atau 3 kali untuk memastikan permukaan yang diinginkan rata mendapat warna sogan. Selanjutnya dilakukan penjemuran tanpa memeras kain karena beresiko merusak lilin yang menempel pada permukaan kain. Penjemuran minimal butuh waktu 1 hari agar dapat melangkah pada proses akhir.

 Nglorod

Meluruhkan semua lapisan lilin dan bahan yang menempel di permukaan kain batik. Ini adalah langkah paling akhir. 

Kain batik dimasukkan pada wadah yang berisi air panas mendidih. Tujuannya mencairkan semua lilin yang di kain. Setelah selesai proses nglorod, kain dijemur lagi untuk selanjutnya di rapikan dan disetrika agar tidak kusut atau rusak.

Alat dan Bahan Proses Nglorod

  • Panci besar (dandang): Biasanya dari aluminium atau stainless Untuk merebus air yang akan digunakan untuk nglorod
  • Kompor atau tungku Kompor gas/tungku kayu:Sumber panas untuk mendidihkan air
  • Air bersih Volume disesuaikan media utama pelarut malam
  • Penjepit kain (capitan/penjepit jemuran besar) Logam/kayu:Mengangkat kain dari air panas dengan aman
  • Sarung tangan tahan panas dari Karet/lateks:Melindungi tangan dari panas saat proses
  • Alas kayu atau permukaan bersih bisa meja besar tempat menjemur kain setelah nglorod
  • Sabun ringan (opsional): Seperti sabun colek. Kadang digunakan untuk mencuci sisa lilin
  • Saringan kain kasa atau serok kawat halus:untuk mengangkat endapan malam di air

Penutup

Butuh 10 proses dalam pembuatan batik tradisional dan cap, sehingga dalam hasil bisa maksimal. Perlu diketahui bahwa jumlahnya sangat terbatas karena kerumitan dan ketelitian dalam setiap langkah pembuatannya. Batik tradisional direkomendasikan sebagai koleksi karena mempunyai nilai yang tinggi dalam pengerjaan dan proses pembuatan yang lama.

Selain itu bahan katun dari batik tradisional sangat rentan pada cuaca dan tidak bisa dikatakan awet untuk pemakaian harian. Biaya pembuatan baju dan pakaian yang berasal dari batik tradisional relatif lebih mahal daripadaaOngkos menjahit pakaianberbahan kain lainnya, umumnya berkisar 1.5 kali hingga 2 kali. 

Hal ini disebabkan karena dibutuhkannya penjahit yang mempunyai kemampuan dan pengalaman dalam menanganinya.